PERSIB

TETEP NGADUKUNG PERSIB BANDUNG

Senin, 09 Januari 2012

Tujuan Pendidikan dan Pengajaran Matematika di SMP dan MTs.


Perencanaan dan pengembangan kurikulum merupakan suatu pekerjaan yang memerlukan tekad mendalam dari komprehensif untuk memenuhi syarat kelayakan. Dinamika perkembangan bangsa Indonesia dewasa ini, menuntut bahwa pengembangan kurikulum perlu memperhatikan isu-isu mutakhir dalam bidang pendidikan, persoalan-persoalan yang muncul di lapangan, variasi sekolah, tenaga kependidikan, minat dan kemampuan siswa. Serta tuntutan perkembangan masyarakat, ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dalam pendidikan formal kurikulum merupakan salah satu aspek yang penting dalam pengajaran, karena pengajaran berpangkal padanya. Antara pengajaran dan kurikulum terdapat hubungan yang cukup erat sehingga tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Dalam kurikulum terangkum pula pengajaran yang menentukan kemana dan bagaimana seorang anak didik diarahkan dalam perkembangan segenap potensinya. Kurikulum selalu menyangkut persoalan mengenai apa yang hendak diajarkan dan mengapa hal itu di ajarkan, karena itu kurikulum tidak terlepas dari pengajaran.
Kurikulum dalam arti sempit adalah: “Sejumlah mata pelajaran di sekolah atau mata kuliah di perguruan tinggi  yang harus ditempuh untuk mencapai suatu ijazah atau tingkat“.[1] Sedangkan menurut Oemar Hamalik, “Kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh murid untuk memperoleh ijazah“.[2]
Dengan demikian kurikulum erat kaitannya dengan sistem pengajaran yang ada pada suatu lembaga pendidikan, baik itu lembaga pendidikan formal maupun lembaga pendidikan informal.
Namun pada hakikatnya pengertian kurikulum banyak mengalami perkembangan serta pemikiran dari tokoh-tokoh pendidikan sehingga dapat meliputi hal-hal yang tidak direncanakan namun turut mengubah kelakuan anak didik. Kurikulum juga bukan lagi sekedar sejumlah mata pelajaran akan tetapi mendapat liputan yang luas.
Kurikulum matematika yang disusun harus ditangani oleh guru-guru yang memiliki kompetensi, karena pelaksanaan kurikulum sangat tergantung pada kemampuan dan keterampilan seorang guru. Segala usaha dikerahkan guru agar siswa berhasil menguasai pengetahuan dan keterampilan metematika untuk dapat memecahkan masalah-masalah matematika itu sendiri maupun yang berhubungan dengan ilmu yang lain.
Matematika sebagai salah satu bidang studi yang diajarkan di SMP dan MTs mempunyai tujuan pengajaran tersendiri yang disebut tujuan kurikuler matematika. Untuk menjelaskan  tujuan pengajaran matematika di SMP dan MTs, maka alangkah lebih baik jika terlebih dahulu kita harus memahami tujuan mempelajari matematika seperti dikemukakan oleh Andi Hakim Nasution, yaitu sebagai berikut:
1.    Matematika dapat digunakan untuk mengetahui gejala-gejala alam.
2.    Dengan penggunaan metode matematika dapat diperhitungkan segala sesuatu dalam pengambilan keputusan.
3.    Matematika penting sebagai sains untuk perkembangan budaya bangsa.
4.    Matematika dapat digunakan dalam lapangan kerja.
5.    Matematika dapat menyampaikan ide-ide secara benar, tepat dan jelas kepada orang lain.[3]
Adapun tujuan umum pengajaran matematika di SMP dan MTs adalah seperti tercantum dalam kurikulum Madrasah Tsanawiyah tahun 2004 adalah sebagai berikut:
1.    Melatih cara berfikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan, misalnya melalui kegiatan penyelidikan, eksplorasi, eksperimen, menunjukkan kesamaan, perbedaan, konsisten dan inkonsisten.
2.    Mengembangkan aktifitas kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi, dan penemuan dengan mengembangkan pemikiran divergen, orisinil, rasa ingin tahu, membuat prediksi dan dugaan, serta mencoba – coba.
3.    Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah
4.    Mengembangkan kemampuan meyampaikan informasi atau meng-komunikasikan gagasan antara lain melalui pembicaraan lisan, catatan, grafik, peta, diagram, dalam menjelaskan gagasan.[4]
Sementara itu tujuan khusus pengajaran matematika di SMP dan MTs adalah:
Agar siswa memiliki kemampuan yang dapat digunakan melalui kegiatan matematika sebagai bekal untuk melanjutkan kependidikan menengah serta mempunyai keterampilan matematika sebagai peningkatan dan perluasan dari matematika sekolah dasar untuk dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan mempunyai pandangan yang dan memiliki sikap logis, kritis, cermat, kreatif dan disiplin serta menghargai kegiatan matematika.[5]
Di samping kurikulum keberhasilan proses belajar mengajar tidak terlepas dari persiapan peserta didik dan persiapan tenaga pengajar dibidangnya, dan keberhasilan tersebut terjadi apabila ada sesuatu yang mendorong pribadi yang bersangkutan.
Keberhasilan belajar seorang anak tergantung pada sejauh mana ia mampu mencapai tujuan belajarnya. Tujuan belajar yang dicapai akan berhasil apabila pengajaran dan proses belajar mengajar berlangsung dengan baik. Jadi pengajaran sangat mempengaruhi keberhasilan belajar seorang anak.
Pengajaran sebagai salah satu desain untuk mencapai tujuan pendidikan yang selalu berubah, oleh karena itu perlu bimbingan yang terus menerus baik mengenai dasar, kerangka, maupun hal-hal praktis yang menunjang suatu pengajaran.
Dengan kata lain supaya tujuan pengajaran matematika itu tercapai, maka semua komponen-komponen yang ada didalamnya harus diorganisir sedemikian rupa sehingga antara komponen-komponen tersebut dapat bekerja sama dengan harmonis. Oleh karena itu mengembangkan suatu sistem pembelajaran, guru tidak boleh hanya memperhatikan bahwa sesungguhnya pengajaran itu adalah sebagai suatu sistem.

[1] S. Nasution, Azas- Azas Kurikulum, Edisi kedua, ( Jakarta : Bumi Aksara, 1995 ), hal. 2
[2] Oemar Hamalik, Pembinaan Dan Pengembangan Kurikulum, ( Bandung : Pustaka Martina, 1987, hal. 2
[3] Andi Hakim Nasution, Beberapa Tujuan Mempelajari Matematika, ( Jakarta : Dirjen Pendidikan Tinggi, 1981 ), hal. 10
[4] Departeman Pendidikan dan Kebudayaan, Kurikulum Sekolah Menengah Pertama, (Jakarta: Depdikbud, 2004 ), hal. 216
[5] Ibid., hal. 217

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar